Padang Gurun Gersang’s Weblog











{Desember 16, 2008}   Project Green Sand Mining

Salah satu bahan bangunan yang paling penting adalah pasir. Pasir merupakan bahan yang sangat penting karena 80% dari keseluruhan bangunan terutama gedung adalah pasir. Tambang-tambang pasir di Jawa Barat terutama di daerah Purwakarta dan Cianjur sangat diminati dan menjadi salah satu tujuan utama para pembangun dalam mendapatkan pasir Berkualitas. Kami melakukan survey dan menyimpulkan bahwa tambang pasir yang jauh dari akses jalan utama, dengan pasir yang masih berupa batu pun sangat ramai oleh konsumen.

Latar Belakang Ide Bisnis

Tambang, merupakan bisnis yang sangat menggiurkan karena potensinya yang sangat besar di Indonesia yang memiliki kekayaan alam terutama barang tambang. Tambang pun akhirnya diklasifikasikan manjadi tiga jenis yaitu jenis Galian A, Galian B, dan Galian C.

Tambang galian A merupakan tambang strategis yang dianggap menguasai hajat hidup orang banyak (energi), seperti Minyak Bumi, Gas Bumi, dan Batubara. Tambang Galian B merupakan tambang yang dianggap vital seperti tambang emas dan bauksit.

Tambang Galian C, merupakan tambang yang tidak diklasifikasikan seperti dua jenis di atas, dan tambang inilah yang kami anggap mempunyai potensi bisnis sangat tinggi serta memerlukan biaya yang relatif lebih rendah dibandingkan dua jenis penambangan lainnya. Tambang Galian C mempunyai yaitu batu, granit, marmer, atau Pasir, dimana pasir inilah yang kami incar untuk dimanfaatkan sebagai produk perusahaan kami.

Pasir bangunan, merupakan hal yang sangat vital dan harus ada dalam setiap usaha pembangunan gedung, rumah, atau properti lainnya, yang mempunyai struktur semen dan sangat berpotensi untuk menghasilkan uang jika industri yang diikutinya (industri properti) berkembang. Jika kita melihat trend pertumbuhan ekonomi yang bertambah 6,3% per tahun (data tahun 2008), maka kita juga dapat menyimpulkan bisnis properti akan semakin bertumbuh dan menyebabkan bisnis Tambang Pasir akan mengalami pertumbuhan pula. Oleh karena inilah, kami memutuskan untuk terjun ke dalam bisnis penambangan pasir.

Bisnis bergerak di bidang pembukaan lahan tambang pasir dan kemudian menjual produknya yaitu Pasir Bangunan (Pasir Beton dan Pasir Cuci), dimana kami langsung membeli lahan yang sangat strategis untuk lokasi tambang pasir, dan memberikan konsumen pelayanan yang sangat berkualitas sehingga memberikan nilai lebih bagi usaha yang kami jalankan.

Adapun cara pembayaran bisnis pasir ini adalah sistem Timbang Bayar dimana truk konsumen diisi penuh, lalu konsumen langsung membayar secara tunai, serta sistem kontrak dibayar di muka atau di belakang dimana pengambilan pasir dilakukan secara berkala sesuai kontrak yang telah disepakati sebelumnya.

Kami mengakui, di daerah kami (Purwakarta) dan Cianjur, sudah banyak dibuka tambang-tambang pasir untuk memenuhi kebutuhan para konsumen bahan-bahan dasar bangunan. Namun, tambang-tambang pasir tersebut umumnya dikerjakan dengan cara tradisional dan sangat sederhana. Truk-truk tronton pengangkut pasir umumnya datang ke lokasi penambangan dan para supir bus beristirahat di bilik kayu sederhana sehingga kenyamanan mereka dalam bekerja berkurang. Mereka juga perlu lama menunggu hasil pasir karena pasir dikeruk terlebih dahulu langsung dari bukit pasir.

Kami melihat para kompetitor kami bekerja dengan sangat sederhana, maka kami berencana untuk membuat suatu sistem penambangan pasir yang lebih modern, menggunakan sistem stockpile, yaitu pasir terlebih dahulu sudah dikeruk dan dipersiapkan sebelum truk-truk pengangkut datang. Truk-truk tersebut telah disediakan tempat parkir stockpiling yang memudahkan serta mempercepat mereka dalam mengambil pasir dari lokasi tambang.

Hambatan selanjutnya yang menyebabkan halangan untuk masuk industri ini adalah masalah perijinan dari Pemerintah Daerah, namun kami telah dapat menyelesaikan hal-hal perijinan tersebut selama proses yang berlangsung di awal kegiatan bisnis kami.

Hambatan terakhir adalah masalah alam, terutama jika hujan mengguyur lokasi pertambangan pasir. Hujan dapat menyebabkan bukit pasir mengeras dan sulit untuk dikeruk. Namun, dengan strategi stockpiling dari kami, hal ini dapat diatasi karena pasir sudah berbentuk tumpukan dan tinggal dipindahkan ke atas truk pengangkut.

Di Jakarta saja, pembangunan terus bertumbuh setiap tahun, ini diindikasikan salah satunya dengan pembangunan-pembangunan yang diprakarsai pemerintah ataupun swasta. Program pemerintah seperti Program Seribu Menara, sangat berpotensi untuk membantu bisnis pasir yang merupakan bisnis hulu dari bisnis properti. Dari Program Seribu Menara, pada tahun 2004-2009 akan dibangun total 3.200.000 bangunan baru di jakarta yang diperuntukkan untuk masyarakat menengah bawah.

Rencana pembangunan Tol baru Cirebon-Semarang dan pembangunan Bandung ke arah timur pun bisa mengindikasikan betapa pembangunan properti dan infrastruktur tidak pernah mati pada bangsa yang berkembang seperti Indonesia ini. Oleh karena itu, kami sangat yakin trend pasar di bidang pertambangan pasir yang merupakan bagian dari industri properti akan terus berembang.(seribu tower, pembangunan tol Cirebon-semarang, pembangunan kota2 baru, pengembangan bandung ke arah wilayah timur contoh jatos, MTC, dll)

Potential Market

Bisnis Penambangan pasir merupakan sebuah bisnis yang sudah pasti pasarnya. Selama bisnis properti terus berjaya di Indonesia, bisnis penambangan pasir juga akan mendapatkan pasar yang sangat jelas. Dengan pertumbuhan pembangunan ekonomi di Jakarta saja, kita sudah memiliki pasar yang tidak akan bisa lepas dari bisnis penambangan pasir.

Total untuk pasar Jakarta, sudah terbangun 221,3 km2 gedung dan akan bertambah setiap tahunnya sebesra kira-kira 2% sehingga tiap tahun akan ada penambahan sebesar 4,46 km2 tiap tahunnya. Jika 80% bangunan terbuat dari pasir, tentunya kita akan mendapatkan penambahan 3,568 km3 pasir setiap tahunnya, dan hanya dari wilayah Jakarta saja, dan gedung saja, sedangkan pasar yang kami ambil adalah dari wilayah Jakarta dan sekitarnya, termasuk Bandung, dengan jenis pembangunan tidak hanya gedung, melainkan semua bangunan yang memerlukan pasir.

Bentuk investasi dan opsi keluar bagi investor

Kerjasama

Investor memiliki opsi untuk memiliki sebagian hak kepemilikan tambang yang jumlahnya dinegosiasikan langsung pada waktu meeting.Kerjasama berlangsung selama kegiatan pertambangan berlangsung tetapi pihak pelaksana tidak memberikan return lebih karena keuntungan investor berasal dari keuntungan kegiatan pertambangan tersebut dalam batas kepemilikan yang tidak dapat melebihi kepemilikan pelaksana dan dalam waktu yang tidak terbatas.

Investasi

Kami menawarkan situasi pengembalian modal seperti tertera di financial plan, antara 30% pelaksana 70% investor atau 40% pelaksana dan 60% investor dalam jangka waktu paling lama 2 tahun pengembalian investasi dengan jumlah return yang dapat diajukan dari pihak investor untuk dinegosiasikan lebih lanjut. Jaminan dari kegiatan pertambangan ini bila tidak sesuai yang diharapkan adalah keseluruhan asset, izin, dan kegiatan pertambangan tersebut dengan durasi paling lama 2 tahun. Hal ini berarti jika telah terjadi payback period bagi investor sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, maka return yang akan diberikan bisa dipercepat untuk memenuhi angka tertentu dengan waktu kurang dari 2 tahun atau sesuai dengan jangka waktu 2 tahun dengan angka yang akan disesuaikan lebih lanjut sesuai dengan return yang telah disepakati bersama.

Opsi keluar

Dalam bentuk kerjasama maka opsi keluar diajukan oleh pihak investor disaat investor merasa waktunya untuk keluar dan dapat menjual kepemilikan sahamnya kepada pihak pelaksana atau pihak ke 3.Kemudian seluruh asset, izin, dan kegiatan pertambangan menjadi milik pihak pelaksana

Dalam bentuk investasi maka opsi keluar yang diajukan oleh pihak pelaksana selambat – lambatnya 2 tahun dari mulainya kegiatan pertambangan setelah menerima return yang diinginkan oleh pihak investor. Kemudian seluruh asset, izin, dan kegiatan pertambangan menjadi milik pihak pelaksana

Rencana Jangka Panjang

Pasir adalah sumber daya alam yang sangat baik untuk diolah untuk dijadikan bahan bangunan. Setelah tahap awal dari pelaksanaan kegiatan proyek,kami akan membuat berbagai proyek turunan dari pasir dengan tujuan untuk meningkatkan value ( nilai jual ) dari produk tersebut. Dalam artian kita tetap melakukan fokus utama sebagai supplier pasir pada khususnya, tetapi tidak menutup kemungkinan melihat peluang yang lain untuk kedepannya. Dari hasil keuntungan bersih yang kami peroleh, sebagian digunakan untuk melakukan mining research and development, karena pengembangan teknologi ini sangat penting dalam mengikuti respon dan kemauan pasar dalam bidang properti khususnya dan ekonomi global pada umumnya.

Reklamasi

Pertambangan memiliki berbagai konotasi negatif dari berbagai sudut pandang seperti merusak lingkungan dapat menjadi polemik di kemudian hari. Pada awalnya kami sudah mempersiapkan rencana reklamasi dengan berbagai bentuk dan aspek, antara lain :

1. Penanaman Jarak Kaliki untuk menghasilkan Castor Oil ( Minyak Jarak ). Potensi yang bisa kita gali adalah pemberdayaan masyarakat sekitar untuk mengolah biji jarak menjadi minyak jarak untuk melayani kebutuhan dalam dan luar negeri. Sedangkan produk sampingannya seperti oksigen dan karbon dapat diekspor dalam euro dengan jaringan pemasaran yang telah kita rintis dari awal.

2. Pengembangan gula aren pada lahan yang akan direklamasi untuk menghasilkan gula pasir dengan mutu dan kualitas yang lebih banyak dari gula tebu. Kami melihat peluang dimana sampai dengan saat ini negara kita masih mengimpor gula pasir dari negara lain sedangkan masih banyak potensi yang bisa kita kembangkan sebagai penerus bangsa untuk dapat membuat negara kita menjadi negara swasembada pangan kembali.

Dan masih banyak lagi peluang yang bisa kita kembangkan seiring kemajuan dan perkembangan zaman. Hingga akhirnya kami menginginkan maksud dan tujuan awal untuk dapat menjadikan bisnis ini dapat mensejahterakan sesama dari baik dari pihak investor, pelaksana, rakyat , maupun semua yang berhubungan langsung ataupun tidak langsung, dengan tetap memperhatikan dan menjaga keseimbangan ekosistem dapat terlaksana dengan baik.

modern sand mining



{Desember 15, 2008}   ITooGle……

ITooGle….., ya ITooGle. Ini adalah nama sebuah produk baru yang menggabungkan antara IPhone, Toyota, dan Google. Produk ini tercipta dalam rangka memenuhi tugas mata pelajaran Creative and Innovative. Dalam menciptakan produk ini kami diajarkan menggunakan metode SCAMPER.

1. Subsitusi

Apa yang di ganti ? Kami mengganti radio model lama di Toyota dengan ITooGle dengan fungsi yang lebih memikat dan lengkap.

2. Combine

Kami mengkombinasikan berbagai fungsi IPhone dan Toyota. Kemudian juga mengkombinasikan antara fitur Google Earth dan mobilitas IPhone.

3. Adapt

Produk ini sesuai dengan kondisi saat ini-global warming. Kami merancang agar produk ini bisa menggunakan bahan bakar ramah lingkungan.

4. Magnify

Juga kapasitas mobil Toyota yang luas, telah di rancang kembali agar lebih nyaman dan dapat menampung seluruh keluarga.

5. Put another use

Selain sebagai mobil keluarga, ITooGle juga diperuntukkan bagi pecinta alam-adventurer. Mobil ini dilengkapi oleh device yang dapat membantu petualang dalam menjelajahi alam. Selain itu fungsi lainya juga ditambahkan seperti VoIP sehingga memudahkan komunikasi pengguna.

6. Eliminate

Kami juga menghilangkan sistem pemakaian bahan bakar yang boros. Sehingga dapat mendukung program hemat energi pemerintah.

7. Reverse

Dan juga diharapkan, mobil ini tidak hanya mampu menghabiskan energi, namun juga dapat sekaligus mengolah energi yang dipakai menjadi energi baru(daur ulang energi)

Mmmmm….kalau dipikir-pikir sepertinya hal di atas masih agak aneh dan terlalu imajinatif. Namun kami percaya bahwa suatu ide akan menjadi kreatif jika kita mampu membuatnya nyata. Karena menurut Mihely, Orang kreatif dapat merealisasikan imajinasinya………:-)



et cetera