Padang Gurun Gersang’s Weblog











{Oktober 17, 2008}   NOKIA, BISNIS YANG MENGINSPIRASI TEKNOLOGI

Dalam ekonomi Finlandia, negara industri maju di kawasan Eropa utara, Nokia memiliki posisi penting. Ia perusahaan terbesar di negeri berpenduduk 5,3 juta jiwa itu.

Sepertiga kapitalisasi pasar bursa saham Helsinki berasal dari kontribusinya. Beberapa perusahaan kecil tumbuh menjadi besar berkat ‘kue’ subkontraktor yang disediakan Nokia. Pada 2006, untuk pertama kalinya Nokia menghasilkan pendapatan yang melampaui anggaran belanja negara Finlandia.

Nokia juga bukan hanya jawara jago kandang. Dengan nilai US$33,7 miliar, Nokia berada di urutan kelima merek paling bernilai di daftar Interbrand/Business Week’s Best Global Brand 2007. Nomor satu, malah, untuk perusahaan non-Amerika Serikat. Nokia tercatat sebagai perusahaan terbesar ke-88 di dunia dalam Fortune Global 500 (2008), naik dari posisi ke-119 tahun lalu.

Cikal bakal Nokia yang kini dikenal sebagai imperium raksasa telekomunikasi itu adalah sebuah pabrik bubur kayu. Pabrik itu didirikan pada 1865 oleh Knut Fredrik Idestam di tepi sungai Tammerkoski di Kota Tampere, di wilayah barat daya Finlandia.

Perusahaan itu lalu pindah ke kota Nokia di tepi sungai Nokianvirta. Dari sinilah asal nama Nokia, yang kini berkekuatan 117.212 pegawai di seluruh dunia, dengan pendapatan 5,058 miliar euro (2007).

Perjalanan Nokia memasuki era telekomunikasi dimulai pada 1960-an dengan pendirian seksi elektronik, bagian dari Divisi Kabel. Di seksi itulah riset teknologi semikonduktor dilakukan. Sejak 1964, Nokia mengembangkan radio VHF, Salora Oy, dan kemudian telepon ARP. Pada 1967, seksi itu menjadi divisi tersendiri dan mulai memproduksi peralatan komunikasi radio mobile komersial dan militer.

Pada 1970-an, saat mayoritas hubungan telepon berlangsung dengan sistem analog elektro-mekanis, Nokia mengembangkan sistem digital. Lahirlah Nokia DX 200, yang mendulang sukses. Alat itu dilengkapi bahasa komputer tingkat tinggi, dan mikroprosesor Intel pelan-pelan menjelma menjadi platform yang menjadi basis infrastruktur jaringan Nokia hingga kini.

Pada perkembangan selanjutnya, legislasi baru Finlandia memungkinkan terhubungnya jaringan telepon mobile untuk publik. Nokia menghadirkan Nordic Mobile Telephony (NMT) pada 1981. Itulah jaringan seluler multinasional pertama di dunia.

Pada dekade berikutnya, NMT diperkenalkan ke banyak negara lain dan mendorong ekspansi pesat industri telepon mobile global. Ketika standar telepon mobile digital berkembang menjadi GSM (Global System of Mobile Communications) menjelang akhir 1980-an, Nokia pun telah siap dengan produknya.

Pada 1991, Nokia mencapai kesepakatan dengan sembilan negara Eropa untuk memasok sistem GSM. Enam tahun kemudian, Nokia memasok sistem GSM ke 59 operator di 31 negara.

Kultur inovasi

Prestasi-prestasi indah itu tak mungkin tercapai tanpa dukungan suatu kultur inovasi yang dimiliki Nokia. Pada 1986, kultur itu dilembagakan dengan berdirinya Nokia Research Center, unit riset industrial yang diawaki 800 peneliti, insinyur dan ilmuwan. Hingga Maret 2008, pusat riset dan pengembangan Nokia sudah bercokol di 10 negara, mempekerjakan 30.415 orang, atau 27% dari total tenaga kerjanya.

Besarnya perhatian pada urusan riset itu menggambarkan Nokia sebagai perusahaan yang visioner, dan itu dikukuhkan dalam salah satu dari empat nilai korporat Nokia: Passion for Innovation. Visioner adalah kecerdasan spiritual yang dibekalkan Tuhan pada setiap jiwa manusia, sebagai pantulan dari Sifat Mulia Tuhan Al-Aakhir. Dalam kata visioner terkandung makna semangat terus berkarya, tidak terlena oleh hasil sesaat, atau cepat puas dengan satu prestasi.

Keindahan Nokia juga terlihat pada nilai-nilai korporatnya yang lain. Dengan motto Engaging You, Nokia menanamkan pada segenap individu tentang pentingnya kepuasan pelanggan dan perlakuan baik terhadap seluruh pemangku kepentingan, termasuk pegawai. Nilai ini merupakan pantulan dari Sifat Mulia Tuhan Al-Wakiil (Yang Maha Bertanggungjawab).

Sifat Mulia Al-Wakiil juga memantul dalam nilai korporat Nokia yang lain, yaitu, Very Human. Selain perhatian terhadap apa yang ditawarkan pada konsumen, Nokia menguraikan nilai ini sebagai kepedulian pada dampak aktivitas bisnisnya terhadap masyarakat dan lingkungan.

Dalam edisi ke-7 Guide to Greener Electronics, organisasi pencinta lingkungan hidup Greenpeace tahun ini menempatkan Nokia di urutan ketiga perusahaan yang peduli pada lingkungan, naik dari posisi ke-10 tahun sebelumnya. Pemeringkatan itu mempertimbangkan bahan-bahan kimia untuk produk-produk elektronik dan program daur ulang yang dilakukan perusahaan.

Nilai korporat Nokia lainnya adalah Achieving Together, suara hati yang memantul dari Sifat Mulia Tuhan Al-Jaami’. Nokia menerjemahkan nilai ini tidak hanya mencakup kolaborasi dan kemitraan, tapi juga kepercayaan, sikap mau berbagi dan bekerja dalam jaringan formal ataupun informal.

Jorma Ollila, Chairman dan mantan CEO Nokia, menyebut akar dari nilai-nilai itu adalah apa yang disebutnya ‘ke-Finlandia-an’. Termasuk di dalamnya, menurutnya, kejujuran, keandalan, keadilan, kelugasan, penghormatan pada orang lain dan hasrat untuk mencapai tujuan. “Saya bangga bahwa inti spiritual yang menjadi sumber nilai-nilai ini ada dalam nilai-nilai dasar negara kami,” katanya.

Tak diragukan lagi, prestasi-prestasi indah Nokia sesungguhnya dibangun dengan dorongan suara-suara hati yang indah pula. Suara kecerdasan spiritual yang seirama dengan harmoni alam semesta.

Visi kelanggengan yang sejati tidak mengganggu keseimbangan alam, baik dalam bentuk perilaku melawan suara hati, maupun perbuatan merusak alam. Dorongan berlebihan untuk mencapai sesuatu, seperti harta, kedudukan, dan kehormatan, dengan mengabaikan keseimbangan hukum ketetapan Tuhan, terbukti hanya akan menghasilkan kegagalan, bahkan kehancuran.

Iklan


Nokia memang hebat. Tulisan yang bagus.

Tolong nama anggota kelompok dan NIM nya dituliskan di blog kelompok ini ya…Trims.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: